badai yang tak dijanjikan reda
Tidak ada yang pernah menjanjikan bahwa hidup ini akan selalu cerah. Tidak ada yang bilang kalau semua luka bisa sembuh hanya dengan tidur semalam. Dan tidak ada yang memberi tahu, bahwa menjadi dewasa berarti harus menelan kenyataan—berulang kali—tanpa sempat bertanya, “kenapa aku?” Aku pernah ada di titik itu. Titik di mana rasanya seperti sedang berjalan di tengah hujan deras, tanpa payung, tanpa jaket, dan tanpa tahu arah pulang. Semua orang terlihat sibuk menyelamatkan diri mereka masing-masing, sementara aku berdiri di tengah, basah kuyup, dingin, dan sendirian. Aku pernah sangat marah pada hidup. Kenapa rasanya tidak adil? Kenapa kehilangan harus datang berkali-kali? Kenapa dunia seolah-olah diam saat aku teriak minta tolong? Tapi… setelah semua itu, aku belajar sesuatu. Ternyata, hidup tuh memang tidak pernah berjanji bahwa badai akan segera reda. Hidup hanya meminta kita untuk percaya, bahwa kita bisa bertahan, bahkan saat angin paling kencang datang. Karena bukan tentang sebe...