biarkan hidup mengalir sebagaimana mestinya

Kadang aku terlalu sering menuntut diriku untuk mengerti segalanya sekarang juga.

Kenapa hidup begini? 
Kenapa rasanya seperti berhenti di tengah jalan?
Kenapa yang aku usahakan belum juga tiba di tempat yang kuharap?

Lalu aku sadar… 
Aku tidak harus mengerti semuanya hari ini. Aku tidak harus selalu punya jawaban untuk setiap tanya. Karena ternyata… Hidup tidak selalu minta untuk dijawab, kadang ia hanya minta untuk dijalani.

Ada hari-hari ketika semuanya terasa membingungkan. Ada momen-momen ketika aku merasa terlalu tertinggal. Dan ada malam-malam ketika aku hanya bisa menatap langit dan bertanya dalam diam, “apa aku akan baik-baik saja?”

Dan di antara banyak pertanyaan itu, aku mulai belajar menerima:
Bahwa tidak semua hal bisa aku paksa untuk terjadi. Bahwa luka tak selalu bisa disembuhkan cepat-cepat. Dan bahwa ketidakpastian… bukan berarti segalanya salah.

Aku pernah ingin semuanya terjadi dalam waktu yang kuinginkan. Ingin segera berhasil. Segera sembuh. Segera sampai. Tapi ternyata, yang datang perlahan itu justru terasa lebih hangat.
Lebih tepat. Lebih mengerti ritme hatiku.

Hari ini, aku sedang mencoba satu hal penting:
Untuk membiarkan hidup mengalir, sebagaimana mestinya.

Kalau ada yang belum bisa kugenggam, mungkin memang belum waktunya. Kalau ada yang menjauh, mungkin memang bukan milikku untuk selamanya.

Aku masih ingin terus berharap, tapi tidak ingin lagi terburu-buru. Aku masih ingin terus berjalan, tapi tidak mau lagi membandingkan langkahku dengan langkah orang lain. Aku masih ingin mencapai banyak hal. Tapi kali ini, sambil sesekali berhenti dan bersyukur untuk yang sudah aku punya.

Karena hidup yang kupilih sekarang adalah hidup yang pelan, tapi penuh. Hidup yang sederhana,
tapi menghangatkan.

Dan kalau kamu juga sedang merasa lelah, nggak apa-apa kok. Kita nggak sedang tertinggal. Kita hanya sedang belajar menerima bahwa hidup ini tidak harus selalu tergesa.

Semoga kita bisa pelan-pelan sampai. Dengan cara kita sendiri, dengan versi hidup yang tidak sempurna, tapi tetap bermakna. 


--


📍 Ditulis di malam yang sendu, sambil rebahan, dan mencoba sekali lagi percaya bahwa semesta sedang bekerja — meski perlahan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

sapa

memulai kembali mencintai hidupku

rumah yang tak lagi hangat