pertama kali

Halo. 👋
Udah lama banget aku engga nulis dan nyapa teman-teman online aku disini. 

Bukan karena engga ada cerita, justru karena terlalu banyak hal baru yang pelan-pelan aku jalani. Sampai akhirnya, aku berhenti sejenak dan sadar kalau akhir-akhir ini hidup aku dipenuhi oleh banyak hal yang rasanya seperti “pertama kali”.

Dulu, aku selalu ngira kalau “pertama kali” itu identik dengan rasa takut. Dengan banyak kemungkinan gagal, dengan rasa engga siap, dengan hal yang seolah-olah lebih baik dihindari daripada dicoba.

Tapi ternyata, engga semuanya seperti itu.

Ada banyak “pertama kali” yang tetap datang dengan rasa takut, tapi di saat yang sama “pertama kali” itu juga bawa sesuatu yang hangat buat aku. Sesuatu yang diam-diam buat aku tumbuh.

Aku masih ingat betul rasanya ketika pertama kali aku berani memutuskan untuk resign. Rasanya campur aduk. Takut, bingung, dan banyak banget pertanyaan yang numpuk di kepala aku. Rasanya kayak berdiri di persimpangan yang engga benar-benar tahu arah mana yang bakalan bawa aku pergi.

Lalu, pertama kali aku memilih untuk merantau sendiri. Pergi jauh dari hal-hal yang terasa familiar, belajar berdiri lebih lama dengan diriku sendiri. Awalnya terasa sepi, tapi lama-lama aku mulai menemukan tenang di dalamnya.

Aku juga pernah ada di titik pertama kali pergi ke luar kota sendirian dengan waktu yang cukup lama, pertama kali makan sendiri di tengah ramai orang, dan pertama kali merasa bahwa ternyata aku tidak harus selalu ditemani untuk merasa cukup.

Dan akhir-akhir ini, ada satu “pertama kali” yang rasanya cukup dekat di hati aku, yaitu pertama kali aku bekerja di toko kopi sederhana. 

Awalnya, aku pikir aku akan canggung.
Takut salah, takut tidak bisa mengikuti ritme,
takut tidak cukup baik untuk berada di sana.

Tapi ternyata, hari demi hari berjalan dengan cara yang berbeda. Dan tidak terasa, sudah hampir satu tahun aku bekerja disini. 

Aku mulai mengenal suasananya, belajar hal-hal kecil yang sebelumnya terasa asing, dan perlahan aku menemukan rasa nyaman di dalamnya.

Ada sesuatu yang hangat dari proses belajar itu. Dari membuat minuman, dari berinteraksi, dari hal-hal sederhana yang dulu terasa asing, sekarang justru terasa menyenangkan walaupun terkadang di beberapa waktu tertentu terasa menyesakkan juga :D

Dan tanpa sadar, aku menikmati semuanya.
Aku menikmati menjadi "pemula" yang masih harus banyak belajar.

Dan dari semua  “pertama kali” yang aku lewati, aku jadi paham satu hal bahwa rasa takut itu engga selalu harus dihindari. Kadang, rasa takut itu adalah salah satu cara hidup buat bilang, “ini baru, tapi kamu bakalan baik-baik aja.”

Sekarang, aku engga lagi terlalu keras ke diri aku sendiri ketika menghadapi sesuatu yang rasanya seperti  “pertama kali.” Aku belajar buat lebih pelan, lebih lembut, dan ngasih ruang ke diri aku untuk ngerasa takut tanpa harus mundur dan menghindar. 

Karena ternyata, di balik setiap “pertama kali” yang dulu aku hindari, ada versi diri aku yang sedikit lebih berani dan sedikit lebih tenang.

Dan mungkin, hidup memang seperti ini. Kumpulan dari hal-hal kecil yang buat kita awalnya ngerasa kayak takut banget, tapi ketika dijalani justru berubah jadi cerita yang hangat untuk dikenang. 

Oh iya, tadi malam sebelum tidur aku tiba-tiba ingin putar lagu "Beautiful" nya NCT era 2021. 

Terus aku ingat kalau di salah satu bagiannya, ada lirik yang terasa dekat sekali. Dan mungkin relate juga sama apa yang aku tulis di postingan blog aku hari ini. 

“this time you can face the rain,
next time you can beat the pain.
no more tears will come again,
smiling laughing to the end.”

Aku engga tau kenapa, tapi rasanya kayak semua yang aku tulis ini, dirangkum dengan cara yang sederhana lewat lagu itu.

Tentang gimana hari ini yang mungkin aku masih belajar menghadapi “hujan”, masih belajar berdiri di tengah rasa takut di tengah semua “pertama kali” yang belum sepenuhnya terasa nyaman.

Tapi mungkin di lain waktu, (semoga) aku bisa melewatinya dengan lebih tenang dan dengan hati yang tidak lagi seberat dulu.

Dan untuk saat ini mungkin aku ingin percaya bahwa semua langkah kecil yang aku beranikan, semua “pertama kali” yang aku jalani dengan ragu-ragu, pelan-pelan bakalan bawa aku ke versi diri aku yang bisa senyum lebih lama dan tertawa lebih ringan.

Sama halnya kayak lirik lagu itu bilang, mungkin suatu saat nanti, semuanya bakalan terasa lebih mudah.

Dan aku, kamu, kita semua bakalan baik-baik saja. 

Semoga harimu selalu baik 🌻

Komentar

Postingan populer dari blog ini

sapa

memulai kembali mencintai hidupku

rumah yang tak lagi hangat