pulang yang hangat

Hari ini sepulang kerja aku mampir beli nasi goreng, semacam hadiah kecil untuk diri sendiri setelah seharian kerja. Di dekat mini market, aku melihat ada gerobak baru. Aku kira gerobak itu menjual onde-onde, tapi ternyata gerobak itu menjual tahu bulat. Mampirlah aku kesana.

Entah kenapa, ketika pertama kali pesan sudah ada perasaan senang tersendiri. Serasa pulang ke rumah yang ada sosok ibu di dalamnya. Ternyata betul, ibu penjualnya orang Sunda. Kami sempat ngobrol sebentar, dan beliau terlihat bersemangat karena ada pelanggan yang mengajaknya bicara. Hati aku hangat sekali melihatnya.

Tak lama, mas penjual nasi goreng langgananku juga ikut jajan di gerobak ibu. Plot twistnya, kami sama-sama pernah hidup di Bumi Pasundan dalam waktu yang cukup lama. 

Takdir memang tidak ada yang tahu, ya. Beberapa waktu lalu aku sangat merindukan suasana hidup di kampung dengan logat Sunda di dalamnya. Dan ya, hari ini Yang Maha Kuasa menjawab rasa rindu itu lewat kehadiran dan obrolan sederhana di gerobak tahu bulat ibu. 

Kami bertiga sempat ngobrol singkat, sederhana tapi menyenangkan. Aku merasa ingin jadi langganan ibu itu, untuk sekedar membeli tahu bulat dan menjadi teman ngobrol di sela lelahnya.

Saat aku dan mas nasi goreng berpamitan, ibu itu bilang terima kasih beberapa kali dan bilang dalam bahasa Sunda yang artinya kurang lebih “capek kerja tuh nggak apa-apa. ambil jeda, bersyukur dan cari hal yang bikin kalian merasa hidup lagi.”

Kalimat itu sederhana, tapi rasanya menenangkan sekali. Pulang dengan tahu bulat hangat, hati ini ikut terasa hangat juga. Cerita kali ini mungkin terlalu random, tapi aku ingin mengabadikannya. Disini. 

Dari pertemuan itu aku jadi sadar, bahwa kebahagiaan itu nggak harus selalu datang dari hal besar. Kadang, kebahagiaan itu datang dari gerobak kecil di pinggir jalan, dari obrolan ringan dengan orang asing, bahkan dari kalimat sederhana yang tulus.

Malam ini aku pulang bukan hanya dengan tahu bulat dan nasi goreng, tapi juga dengan hati yang terasa lebih ringan dan bahagia.

---

Semoga di setiap langkah perjalanan, ada pertemuan kecil dengan seseorang atau bahkan hal sederhana yang membuat kita merasa lebih hidup, lebih hangat, dan lebih bercahaya lagi, ya..



Komentar

Postingan populer dari blog ini

sapa

memulai kembali mencintai hidupku

rumah yang tak lagi hangat