setiap perjalanan menyembuhkan dengan caranya sendiri
Tahun lalu, rasanya berat sekali. Nggak semua orang tahu kenapa, tapi aku tahu betul rasanya.
Satu-satu perasaan tumbuh jadi luka kecil
yang diam-diam kubawa ke mana-mana.
Aku sempat percaya aku nggak akan bisa sembuh. Nggak akan bisa merasa ringan lagi.
Tapi ternyata… Jalan untuk pulih nggak selalu lurus. Kadang bentuknya belok-belok, berhenti di kota lain, ketemu orang yang nggak sengaja,
tapi membawa rasa yang menenangkan.
Dari situ aku mulai sadar:
Setiap perjalanan menyembuhkan dengan caranya sendiri.
Aku bertemu teman online yang udah enam tahun berteman tapi baru benar-benar ketemu untuk pertama kalinya. Cuma beberapa jam di Jogja — photobox, makan di taman dekat Sleman City Hall — tapi rasanya kayak puzzle kecil yang menemukan tempatnya.
Aku juga ketemu teman-teman kecil
yang lama banget nggak ketemu. Kami night ride bareng, makan iga bajog sampai tengah malam, bercanda tertawa sambil merasa:
“eh, ternyata kita masih cocok ya.”
Dan sebelum semua itu, aku sempat jalan kaki sendirian ke beberapa tempat: ke Alkid, ke Pasar Beringharjo, ke Taman Pintar untuk bikin batik. Selama perjalanan itu sempat nyasar, tapi ditolong ibu bapak yang ramah banget. Aku capek, tapi aku nggak merasa sendiri.
Setiap pertemuan itu — yang baru dan yang lama — nggak cuma bikin aku senang. Mereka juga mengajarkan aku sesuatu.
Bahwa nggak semua hal yang hilang perlu dikejar. Bahwa ada banyak hal baru yang akan datang, kalau kita berani jalan lagi.
Dan kadang... Kita nggak perlu terlalu cari arti hidup. Karena dalam perjalanan kecil itu,
arti hidup bisa datang dengan sendirinya.
Tahun itu mungkin berat, tapi dari perjalanan-perjalanan kecil itu, aku mulai belajar satu hal penting: aku nggak sepecah itu.
Aku masih bisa merasa. Masih bisa ketawa. Masih bisa pulang. Walau jalannya jauh,
dan walau aku sempat ngerasa sendirian banget.
Sekarang, aku lagi nyusun ulang potongan-potongan rasa, dari tempat-tempat yang diam-diam menyembuhkan. Dan pelan-pelan, aku mulai utuh lagi.
---
📍 Ditulis setelah jalan kaki yang panjang, dan pertemuan-pertemuan yang diam-diam menyelamatkan.
Komentar
Posting Komentar