lembar diam
Aku pernah takut dengan diam. Karena diam itu sepi. Dan sepi itu… Menakutkan.
Aku pernah mengira, kalau aku tidak ramai, maka aku tidak dicintai. Kalau aku tidak menjawab cepat, maka aku akan dilupakan. Kalau aku tidak selalu ada, maka aku bukan siapa-siapa.
Tapi ternyata, diam bukan berarti tidak berharga. Dan sendiri bukan berarti hilang.
Diam itu bisa jadi tempat istirahat. Dan sendiri… bisa jadi ruang pulang.
Beberapa waktu dalam hidupku terasa kosong sekali. Nggak ada kabar masuk. Nggak ada obrolan panjang.
Awalnya aku gelisah. Tanya-tanya dalam hati,
“kenapa nggak ada yang nyari aku?”
“aku salah apa?”
“apa aku nggak penting?”
Tapi lama-lama, diam itu jadi seperti bantal empuk. Nggak berbunyi, tapi menenangkan.
Aku mulai belajar mendengar:
suara angin di sela jendela, detak jam dinding, napas sendiri.
Dan, suara hatiku sendiri — yang biasanya tenggelam di antara keramaian.
Di dalam diam, aku bisa mengakui rasa-rasa yang tak sempat diumumkan. Aku bisa bilang,
"aku kecewa."
"aku sedih."
"aku takut."
tanpa ada yang menimpali.
Dan anehnya, itu cukup.
Nggak semua luka butuh diceritakan. Nggak semua tangis perlu dipeluk orang lain. Kadang,
duduk diam, dan menepuk diri sendiri pelan-pelan, itu sudah penyembuhan yang besar.
Aku belajar, bahwa diam bisa jadi tempat rasa syukur.
Karena ketika semuanya pelan, aku bisa melihat hal-hal kecil yang selama ini aku lewati:
Suara burung pagi.
Sinar matahari yang lembut.
Rasa air putih dingin.
Nyaman banget ternyata.
Aku cuma terlalu sibuk mendengar dunia,
sampai lupa mendengar diriku sendiri.
Sekarang, aku nggak lagi takut sendiri. Aku tahu,
sendiri bukan berarti tidak punya siapa-siapa.
Sendiri artinya:
Aku sedang bersama diriku sendiri —
dan itu juga penting.
Aku nggak lagi buru-buru membuat keramaian.
Aku lebih suka mengenal senyap, yang diam-diam mengajarkan banyak hal.
Diam itu tidak kelabu. Kadang malah justru terang, karena kita akhirnya bisa melihat isi hati dengan jelas.
Jadi kalau hari ini kamu sedang diam, atau merasa sendiri, peluk diri kamu pelan-pelan.
Karena kamu bukan kekurangan siapa-siapa.
Kamu sedang kembali ke kamu sendiri.
Dan itu… Bentuk cinta yang sangat berani.
---
📍 Ditulis dalam sunyi yang lembut, saat sadar: ternyata diam bisa jadi tempat pulang yang paling jujur.
Komentar
Posting Komentar